New York, Bloomberg 22/2/12 – Saham AS jatuh, sehari setelah Indeks Standard & Poor 500 gagal untuk bertahan pada level tertinggi hampir empat tahun, karena data penjualan rumah yang dimiliki sebelumnya turun dibawah perkiraan dan data ekonomi dari Eropa dan China mendorong kekhawatiran kesehatan ekonomi.
Dell Inc, produsen komputer terbesar ketiga di dunia, jatuh 5,8 persen setelah tingkat penjualan dibawah diperkirakan perkiraan. Toll Brothers Inc dan KB Home turun lebih dari 4,1 persen, memacu penurunan di saham-saham homebuilders. Sektor perankan mencatat kerugian terbesar pada index S & P 500 di antara 24 kelompok industri, jatuh sebesar 1,7 persen. Gannett Co, pemilik 82 surat kabar termasuk USA Today, melonjak 4,2 persen karena akan meningkatkan dividennya.
Indeks S & P 500 mundur 0,3 persen ke level 1,357.66 pada pukul 4 sore waktu New York. Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 27,02 poin atau 0,2 persen, ke posisi 12,938.67 setelah pengukur rata-rata dari 30-saham tersbut naik di atas 13.000 kemarin untuk pertama kalinya sejak 2008.
Perdagangan saham di Wallstreet jatuh karena pembelian rumah yang sebelumnya dimiliki naik ke 4.570.000 pada rata-rata tahunan, kurang dari perkiraan, data dari National Association of Realtors menunjukkan. Manufaktur China mungkin akan menyusut untuk bulan keempat, menurut data dari HSBC Holdings Plc and Markit. Layanan jasa dan output manufaktur di Eropa juga secara tak terduga mengalami kontraksi. Fitch Ratings menurunkan rating kredit Yunani dan berkata default sangat dimungkinkan.
Kerugian hari ini memangkas keuntungan pada S & P 500 di bulan Februari menjadi 3,5 persen. Namun, indeks tersebut siap untuk mencatat keuntungan bulanan ketiga kali berturut-turut, terpanjang dalam satu tahun, karena data ekonomi yang lebih tinggi dari perkiraan dan ekspektasi bahwa Eropa akan mampu membendung krisis. S & P 500 kemarin gagal bertahan di atas puncak bulan April tahun lalu di level 1,363.61, yang merupakan level tertinggi sejak Juni 2008.
Dell Inc, produsen komputer terbesar ketiga di dunia, jatuh 5,8 persen setelah tingkat penjualan dibawah diperkirakan perkiraan. Toll Brothers Inc dan KB Home turun lebih dari 4,1 persen, memacu penurunan di saham-saham homebuilders. Sektor perankan mencatat kerugian terbesar pada index S & P 500 di antara 24 kelompok industri, jatuh sebesar 1,7 persen. Gannett Co, pemilik 82 surat kabar termasuk USA Today, melonjak 4,2 persen karena akan meningkatkan dividennya.
Indeks S & P 500 mundur 0,3 persen ke level 1,357.66 pada pukul 4 sore waktu New York. Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 27,02 poin atau 0,2 persen, ke posisi 12,938.67 setelah pengukur rata-rata dari 30-saham tersbut naik di atas 13.000 kemarin untuk pertama kalinya sejak 2008.
Perdagangan saham di Wallstreet jatuh karena pembelian rumah yang sebelumnya dimiliki naik ke 4.570.000 pada rata-rata tahunan, kurang dari perkiraan, data dari National Association of Realtors menunjukkan. Manufaktur China mungkin akan menyusut untuk bulan keempat, menurut data dari HSBC Holdings Plc and Markit. Layanan jasa dan output manufaktur di Eropa juga secara tak terduga mengalami kontraksi. Fitch Ratings menurunkan rating kredit Yunani dan berkata default sangat dimungkinkan.
Kerugian hari ini memangkas keuntungan pada S & P 500 di bulan Februari menjadi 3,5 persen. Namun, indeks tersebut siap untuk mencatat keuntungan bulanan ketiga kali berturut-turut, terpanjang dalam satu tahun, karena data ekonomi yang lebih tinggi dari perkiraan dan ekspektasi bahwa Eropa akan mampu membendung krisis. S & P 500 kemarin gagal bertahan di atas puncak bulan April tahun lalu di level 1,363.61, yang merupakan level tertinggi sejak Juni 2008.