Rifan Financindo Berjangka

Gathering Source

Minyak turun 0,9% jadi US$73,96 per barel

NEW YORK [bloomberg/Antaranews 7/9] : Harga minyak jatuh untuk hari kedua di New York terpicu spekulasi atas kemungkinan merosotnya jumlah permintaan bahan bakar karena berakhirnya puncak konsumsi serta meningkatnya jumlah cadangan bahan bakar dan minyak mentah.

Libur Hari Buruh AS yang jatuh pada hari ini [kemarin] menandai berakhirnya driving season. Para pedagang berkeyakinan harga bensin akan turun daripada naik. Taruhan itu merupakan yang pertama kali dalam hampir 4 tahun.

Cadangan minyak mentah AS lebih tinggi 5% daripada tahun lalu, sementara persediaan  bensin naik hampir 10% dibandingkan dengan stok tahun sebelumnya.

'Kekhawatiran data makro yaitu apa yang benar-benar akan terjadi dalam waktu dekat ini. Musim panas sudah hampir selesai,' jelas Jason Schenker, presiden Prestige Economics LLC di Austin, Texas.

Minyak untuk pengiriman Oktober turun US$0,64 atau 0,9% menjadi US$73,96 per barel di bursa elektronik di New York Mercantile Exchange pada pukul 11.22 a.m di New York. Tidak ada perdagangan hari ini di Nymex karena libur.

Analis minyak Credit Agricole CIB Christophe Barret mengatakan harga minyak diperkirakan anjlok dalam beberapa pekan ke depan terkait sejumlah kilang minyak di AS dan Eropa mulai diperbaiki setelah berakhirnya driving season.

Sementara itu, pemanfaatan kilang minyak AS menurun untuk tiga dari empat pekan terakhir, menurut data Departemen Energi AS.

'Kita sedang memasuki periode melemahnya harga minyak mentah karena adanya pemeliharaan sejumlah pengilangan,' kata Barret hari ini.

Permintaan bensin di AS merosot 3,1% menuju level terendah selama 12 pekan dalam tujuh hari yang berakhir pada 27 Agustus.