Jumat, 3 September 2010 (oleh: Bloomberg)
LONDON: Nilai sebagian besar saham Eropa naik akibat penguatan tekanan atas penjualan rumah di Amerika Serikat sekaligus penurunan angka pengangguran yang mengurangi kekhawatiran bahwa negara itu akan masuk kembali ke dalam resesi.
Nilai saham sejumlah perusahaan di sektor kehutanan, seperti Stora Enso Oyj, Holmen AS, dan Norske Skogindustrier ASA, melonjak lebih dari 4% setelah sebuah Koran Finnish melaporkan akan memulai usaha usaha gabungan percetakan koran.
Nilai saham Yell Group lc naik 13% di tengah spekulasi yang terkait dengan tawaran pengambilalihan untuk penerbit direktori Yellow Pages Inggris. Nilai saham Pernod Ricard SA tergelincir 2,4% setelah realisasi perolehan laba meleset dari perkiraan para analis.
Indeks Stoxx Europe 600 hampir tidak bergeser dari level 258,18 pada pukul 16.30 dalam penutupan perdagangan di London, di mana nilai tiga saham naik untuk setiap penurunan dua saham.
Indeks acuan ini mengalami aksi reli tertingginya sejak 27 Mei, setelah laporan yang menunjukkan pertumbuhan manufaktur di AS dan China. Indeks acuan ini masih berada 5,1% di bawah level tertinggi pada tahun ini, yaitu dari posisi April.
'Secara keseluruhan situasi goyah, tetapi perekonomian masih tenang,' jelas Markus Steinbeis, Kepala Managemen Portofolio Ekuitas Unterfoehring, unit usaha Pioneer Investments KGmbH berbasis di Jerman, yang mengelola dana sekitar US$221 miliar secara global.
Meskipun demikian, karena banyak orang mengantisipasi situasi buruk pada September, nilai pasar mampu naik dalam dua pekan ke depan.'
Data Departemen Tenaga Kerja AS pada hari ini menunjukkan jumlah warga AS yang mencari tunjangan pengangguran berkuragn sebanyak 6.000 menjadi 472.000 pekan lalu, sebuah level yang mengindikasikan perbaikan pasar tenaga kerja pada tahun ini.
Laporan AS lainnya menunjukkan jumlah kontrak untuk pembelian rumah kedua naik 5,2% di Juli dan ada penambahan pesanan pabrik, meskpun masih di bawah angka perkiraan.
Survei Bloomberg menyebutkan pencairan tenaga kerja di AS untuk Agustus, besok, diperkirakan akan menunjukkan angka penambahan karyawan baru sebesar 40.000 orang pada bulan lalu, turun dari angka Juli yang mencapai 71.000 orang.
Indeks Stoxx 600 telah melambung 63% dari level terendahnya selam 12 tahun pada Maret 2009 silam karena bank sentral di seluruh dunia berusaha menjaga biaya pinjaman di posisi rendah. Presiden bank sentral Eropa (ECB) Jea-Claude Trichet melanjutkan kebijakan pinjaman darurat untuk sejumlah bank pada 2011.
Eropa masih berada dalam modus krisis di tengah resiko AS terhadap resesi. ECB mempertahankan suku bunga acuan pinjaman sebesar 1% untuk bulan ketujuh belas, seperti yang diprediksikan oleh 57 ekonom dalam survei Bloomberg News.
Nilai sebanyak 11 indeks dari 18 indeks acuan nasional di pasar Eropa naik, di antaranya Indeks CAC Perancis yang menguat 0,2%, Indeks FTSE 100 Inggris naik tipis 0,1%, dan Indeks DAX yang hampir tidak bergeser.
Sebaliknya, Indeks OMX Stockholm 30 tergelincir 0,6% dan menjadi penurunan terbesar di Eropa Barat akibat aksi bank central Swedia yang menaikkan nilai acuan suku bunga untuk kkedua kalinya sejak Juli.(t01/esu)