Rifan Financindo Berjangka

Gathering Source

Yen Menguat Dipicu Prediksi BoJ Suntik Likuiditas

TOKYO [Bloomberg/Bisnis 7/9] : Yen menguat terhadap sebagian besar mata uang utama terpicu oleh prediksi para ekonom bahwa Bank of Japan akan mengumumkan suntikan likuiditas segar dalam pertemuan hari ini, sehingga mendorong permintaan yen.

Euro merosot untuk hari kedua terhadap dolar AS dan yen. Pergerakan itu dipicu kekhawatiran pemerintah Eropa dan bank berupaya menggalang dana karena otoritas menjalankan sejumlah tindakan penghematan yang dapat manahan pemulihan.

Dolar Australia mendekati level tertinggi selama empat minggu terhadap dolar AS terkait spekulasi Reserve Bank of Australia memberikan sinyal bahwa perekonomian kembali diam pada pengkajian kebijakannya hari ini.

'Masih ada banyak sentimen buruk di luar sana. Yen dinilai sebagai investasi aman dan jika ada, kurangnya aksi dari BOJ dan pemerintah kemungkinan membantu dan mendorong momentum tersebut,' jelas Adam Carr, senior ekonom di ICAP Australia Ltd Sydney, sebuah unit dari broker interdealer terbesar di dunia.

Yen diperdagangkan pada 84,18 per dolar AS pada pukul 8.51 a.m di Tokyo, menguat dari 84,21 di New York kemarin. Mata uang Jepang juga menguat 0,6% menjadi 107,78 per euro.

Gubernur bank sentral Jepang Masaaki Shirakawa dan dewannya diprediksi menahan suku bunga acuan pada 0,1% yang sudah dilakukan sejak 2008.

Andrew Bosomworth, fund manager Pacific Investment Management Co, mengatakan Yunani kini bangkrut dan akan berjuang keras untuk menggalang dana dari investor senilai 82 miliar euro atau US$105 miliar sebagai tambahan pinjaman selama masa berlaku program bailout 3 tahun.

'Tampaknya ada sejumlah kekhawatiran yang meningkat tentang kesehatan fiskal utang negara Eropa. Ini hal sentimen negatif bagi euro,' ungkap Yuji Saito, direktur valuta asing Credit Agricole Corporate and Investment Bank di Tokyo.

Sebanyak 10 bank terbesar di Jerman, termasuk Deutsche Bank AG, diperkirakan membutuhkan modal segar senilai 105 miliar euro karena sejumlah regulasi baru.