budewi

(kiri-kanan)Agung Rihayanto (Direktur PT Kliring Berjangka Indonesia), Dewi Diananingrum (Pimpinan Cabang RFB Yogyakarta).

Yogyakarta – Sukses melaksanakan acara pembukaan kantor cabang di Yogyakarta, PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) melanjutkan kegiatan edukasi untuk rekan-rekan Jurnalis dengan tema “Sosialisasi & Edukasi Pengenalan Industri Perdagangan Berjangka Komoditi” pada Sabtu, 11 Agustus 2018.

Berlokasi di kantor RFB, sekitar 31 jurnalis dari 28 media hadir mengikuti edukasi yang dibawakan oleh tiga pembicara yaitu Agung Rihayanto (Direktur PT Kliring Berjangka Indonesia), Lukas Lauw, (Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Usaha PT Bursa Berjangka Jakarta), dan Dewi Diananingrum (Pimpinan Cabang RFB Yogyakarta).

Acara berlangsung kurang lebih selama 3 jam diisi dengan diskusi dan tanya jawab dari para peserta. Beberapa jurnalis sempat mengajukan pertanyaan mengenai mekanisme dan perlindungan transaksi investasi di PBK.

budewi1

Lukas Lauw, (Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Usaha PT Bursa Berjangka Jakarta)

Pimpinan Cabang RFB Yogyakarta, Dewi Diananingrum menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini untuk membekali pengetahuan para jurnalis tentang industri PBK. Terus terang, jenis investasi derivatif masih awam di masyarakat, termasuk di kalangan media sendiri.

Hal ini belum ditambah dengan image kurang baik yang terlanjur menancap dibenak publik terhadap perusahaan Pialang Berjangka. Untuk itu RFB menggandeng rekan-rekan jurnalis untuk mengungkapkan berbagai fakta di lapangan mulai dari pengenalan pialang berjangka resmi dan ilegal sampai dengan risiko dan keuntungan dalam berinvestasi di produk derivatif di industri PBK.

Acara ditutup dengan makan siang dan ramah tamah, setelah itu beberapa rekan jurnalis masih terlihat melanjutkan wawancara langsung dengan narasumber yang hadir. Sedikit testimoni dari rekan jurnalis Kedaulatan Rakyat, Tommy mengatakan bahwa kegiatan edukasi semacam ini bagus sekali dilaksanakan karena menambah wawasan dan meluruskan persepsi kami dari pihak media dan masyarakat nantinya terhadap industri perdagangan berjangka komoditi.

“Kami mendukung agar kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin di Yogyakarta agar informasi terhadap perkembangan industri PBK selalu kami terima secara update,” terangnya.