bursa berjangka jakarta 20180202 145931

Pada awal tahun 2018, PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) mengawalinya dengan menyelanggarakan kick off meeting strategi dan perencanaan bisnis usaha perusahaan di tahun 2018, yang bertemakan "Break The Highest Record".

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Utama RFB Ovide Decroli dan Chief Business Officer RFB Teddy Prasetya selaku manajemen RFB, dan dihadiri juga oleh Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Stephanus Paulus Lumintang, Direktur BBJ Donny Raymond dan Plt Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Fajar Wibhiyadi ini.

WhatsApp Image 2018 02 05 at 1.50.21 PM

Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 26 hingga 28 Januari 2018 yang berlokasikan di kawasan Citeureup Bogor ini, bertemakan “RIFAN SEMI MILITARY EXPERIENCE TO BREAK THE HIGHEST RECORD”.

WhatsApp Image 2018 02 05 at 1.50.17 PM

WhatsApp Image 2018 02 05 at 1.50.19 PM

 

Sekurangnya sekitar 120 karyawan RFB yang terdiri dari manager, leader, kepala divisi dan kepala cabang diajak untuk mengikuti pelatihan semimiliter yang dipimpin langsung oleh anggota-anggota Marinir.

Manajemen RFB menyampaikan tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab dan kekompakan tim yang nanti dapat diaplikasikan saat bekerja, sehingga semangat dan strategi bisnis perusahaan dapat optimal dijalankan.

Dalam kesempatan ini manajemen RFB juga memaparkan kinerja bisnis perusahaan yang tumbuh pesat di tahun 2017 dibandingkan dengan tahun 2016, serta rencana strategis dan optimisme ekspansi bisnis usaha di tahun 2018.

PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) adalah perusahaan pialang berjangka yang bergerak di bidang perdagangan berjangka komoditi (PBK) yang telah mendapatkan izin dari tahun 2000.

Bersama dengan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI), RFB secara aktif pada tahun 2017 telah menyelenggarakan serangkaian edukasi dan sosialisasi di 5 kota yakni Pekanbaru, Medan, Palembang, Semarang dan Surabaya untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan industri PBK di Indonesia.

Teddy Prasetya mengungkapkan bahwa selain strategi perusahaan untuk menggenjot pertumbuhan bisnis, kegiatan sosialisasi dan edukasi RFB yang dilakukan bersama BBJ dan KBI juga berpengaruh positf mendukung perkembangan usaha RFB di tahun 2017.

Kinerja RFB di tahun 2017 menurut Teddy Prasetya sangat menggembirakan dibandingkan dengan pencapaian kinerja tahun 2016.

Secara nasional pertumbuhan jumlah nasabah baru RFB meningkat sebesar 30.42% atau bertambah sebanyak 2122, sehingga saat ini jumlah nasabah RFB telah mencapai lebih dari 10.000 nasabah.

Dari data volume transaksi, RFB mencatat total transaksi sebanyak 610.326 lot selama tahun 2017 atau tumbuh sebesar 50,51% dibandingkan tahun 2016.

Walaupun secara rinci transaksi di produk bilateral atau SPA masih memberikan kontribusi lebih besar yaitu sebanyak 489.370 lot dibandingkan produk multilateral yang sebanyak 120.956 lot.