b1

Rabu, 31 Juli 2019 – PT. Rifan Financido Berjangka (RFB) cabang Bandung pada hari Rabu 31 Juli 2019 melaksanakan kegiatan Press Conference yang dihadiri oleh lebih dari 20 teman-teman jurnalis yang ada di kota Bandung.


Kegiatan Press Conference ini bertujuan untuk memberikan pemaparan kinerja RFB cabang Bandung pada Semester I tahun ini dan juga untuk memberikan edukasi lebih lanjut kepada teman-teman jurnalis tentang apa itu Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK). Dan acara ini dihadiri oleh Ovide Decroli, Direktur Utama RFB dan Anthony Martanu selaku Pimpinan RFB cabang Bandung.

 

Dalam acara ini, Anthony Martanu menegaskan bahwa tim nya selalu konsisten menjaga pertumbuhan positif. Karena cabang Bandung menjadi barometer untuk kinerja di wilayah Jawa Barat.

b2


Selain jumlah penduduk yang besar. Bandung merupakan kota dengan tingkat laju pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi yaitu di atas 7%. Kota priangan ini juga menjadi sentra penghasil beberapa komoditas seperti kopi yang menjadi salah satu komoditas unggulan, dan termasuk produk yang diperdagangkan dalam kontrak investasi berjangka di industri Perdagangan Berjangka Komoditi.

“Kami yakin bahwa animo investasi berjangka di Bandung akan sama bergairahnya dengan instrumen investasi lainnya kelak. Tantangan kami sekarang pada edukasi. Untuk ini, kami sudah buatkan program khusus terutama dengan menggandeng teman-teman media terlebih dahulu untuk membagikan pemahaman dari sisi industri, potensi keuntungan dan risiko sebagai gerbang awal edukasi kepada seluruh masyarakat,” ungkap Ovide.

b3

Kemudian Anthony menambahkan, selama tiga tahun terakhir, RFB cabang Bandung terus gencar melakukan edukasi terhadap calon nasabah atau investor. Edukasi tersebut dilakukan dengan memberikan informasi yang benar dan Pemahaman yang tepat. Bahkan sebelum nasabah bertransaksi, RFB akan memberikan simulasi perdagangan sehingga nasabah benar-benar paham. Dengan edukasi yang kuat, Anthony yakin peluang bagi industri perdagangan berjangka komoditi di Bandung akan tumbuh lebih tinggi lagi.